Kesaksian Allianz Klaim Stroke 2 Milliar Dan Premi Gratis 125,1juta Per Tahun

Kesaksian Allianz Klaim Stroke 2 Milliar Dan Premi Gratis 125,1juta Per Tahun. Siapa sangka tahun 2013 menjadi awal keputusan seorang pengusaha metro tanah abang, memilih untuk menjadi nasabah Allianz dari seorang agen proffesional BUSS Allianz.

Kesaksian Cerita Agen Klaim Stroke Nasabahnya

Ketika kami para agen asuransi BUSS Allianz, melakukan pertemuan rutin di kantor, salah satu leader Allianz, sharing mengenai salah satu nasabahnya, yang klaim sakit kritis senilai 2 Milliar dan pembebasan premi GRATIS 125,1juta rupiah per tahun diberikan Allianz.

Awalnya nasabah kelelahan karena aktifitas seharian, menjadi salah satu usher di salah satu pernikahan keluarganya. Gejala awal hanyalah pusing pusing saja, tapi memang kita tidak pernah tahu, apa yang terjadi dalam tubuh setiap manusia.

Bersyukur sekali, agen asuransi ini, tidak hanya sekedar menjual polis, ketika agen mendengar hal tersebut terjadi pada nasabahnya, agen ini menyarankan agar nasabahnya melakukan medical check up yaitu MRI, untuk mengetahui apa yang terjadi, sehingga membuat nasabah pusing pusing.

Pentingnya MRI Untuk Mengetahui Apa Yang Terjadi Pada Saraf

MRI Pencitraan Resonasi Magnetik mampu melihat susunan saraf pada tubuh manusia, lewat MRI, kita semua bisa mendiagnosa dengan cepat, stroke dari awal, sehingga kesembuhan pun dapat cepat ditangani.

Allianz sesuai komitmennya dengan produk terbaik Asuransi Penyakit Kritis. Didalam produk penyakit kritis Allianz, stroke merupakan salah satu penyakit kritis, dimana nasabah akan menerima santunan, sejumlah kontrak perjanjian polis di Allianz. Allianz akan membayarkan secara tunai cash ke rekening nasabah.

Dan hebatnya lagi, karena asuransi penyakit kritis dibayar, maka nasabah diberikan pembebasan premi atau tidak perlu setor premi lagi, allianz akan memberikan premi sejumlah kontrak polis, dalam hal ini, nasabah menerima 125,1juta setiap tahunnya. Sampai usia 65 tahun.

Baca Juga :  Resiko Sakit Kritis Kanker Payudara

Dari sini, kita dapat pahami, bahwa memiliki asuransi kesehatan saja, belum tentu cukup, karena asuransi kesehatan memiliki fokus yaitu membayar biaya yang terjadi di rumah sakit dan tentu saja, salah satu syaratnya adalah rawat inap.

Sedangkan 80% Penyakit kritis, belum tentu berurusan lama dengan rumah sakit, sehingga kita membutuhkan dana tunai cash untuk pertolongan keuangan lanjutan. Sudahkah anda memiliki asuransi penyakit kritis ???