Inilah Cara Menjual Asuransi Dengan Kanvasing

Kanvasing adalah memperkenalkan produk asuransi kepada orang yang sama sekali tidak kita kenal. Agen asuransi langsung bertemu dengan calon pelanggan (door to door) atau menawarkan di tempat umum, seperti : mall, salon, pasar, rumah sakit, bioskop dimanapun.

Menjual asuransi dengan kanvasing sudah bukan hal biasa lagi. karena seperti kita ketahui di dunia asuransi, semakin banyak kita bertemu dengan orang, akan membuat kita semakin sukses!

Anda iCara Menjual Asuransi Dengan Kanvasingngat bukan dengan prinsip coca cola ?

dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun!
Pada dasarnya dalam marketing sebuah produk, dikenal dengan namanya probabilitas atau hukum rata rata atau permainan angka.

contoh : agen asuransi menawarkan ke 5 orang, maka 1 orang yang berminat membeli produk asuransi. artinya : jika agen asuransi tersebut menawarkan kepada 30 orang, probabilitasnya 6 orang yang akan beli produk asuransi.

Jadi, ketika anda melakukan proses kanvasing. Anda harus mengerti dengan betul bahwa anda sedang mencari mutiara dalam tumpukan kerang. Cara menemukannya sangat simple! satu persatu mutiara tersebut anda periksa.

Metode kanvasing ini wajib diterapkan oleh agen asuransi, apalagi agen asuransi yang memutuskan menjalankan bisnis asuransi secara penuh waktu. Pastinya memiliki waktu kosong yang sangat banyak bukan? Pastikan setiap waktu yang anda miliki berkualitas!

Taukah anda kenapa seorang agen asuransi wajib menjual asuransi dengan kanvasing?

1. Menambah daftar nama.
2. Janji kedua (jika anda batal janji, tetap waktu anda tidak sia sia).
3. Mengasah kemampuan presentasi sebagai seorang agen asuransi.
4. Memberikan contoh kepada downline.
5. Mengasah kemampuan menangani keberatan nasabah
6. Memperbanyak hubungan pertemanan.
7. Dan sebagainya

Proses menjual asuransi dengan kanvasing, tetap memiliki kesamaan seperti anda menjual/prospek orang yang anda kenal. Hanya saja, kanvasing melewati proses “janji temu/appoitment” selebihnya sama seperti biasanya yaitu :

1. Pendekatan (approaching)
2. Pencarian fakta (fact finding)
3. Presentasi (sales idea)
4. Mengatasi keberatan prospek (handling objection)
5. Melakukan penutupan penjualan (close the sales)
6. Pelayanan purna jual (servicing)

Ketika kanvasing, seringkali dalam menjalankan proses hukum rata rata, agen asuransi sering lupa dengan tujuan awalnya. Sehingga membuat beberapa agen asuransi menjadi kecewa, mengeluh, down karena begitu banyaknya penolakan.

Seharusnya seorang agen asuransi sudah sangat menyadari sejak awal memutuskan bergabung di dunia asuransi. Bahwa asuransi adalah memberikan manfaat kepada orang banyak. Jadi, kalau sampai orang/prospek menolak kita? kenapa kita harus kecewa dan down?

Analoginya seperti ini :
Anda sering bertemu dengan orang yang belum beruntung dipinggir jalan bukan?
Misalnya : pengemis, ketika anda memiliki lebih uang, anda hendak memberikan uang anda kepada pengemis tersebut. Namun, pengemis tersebut menolak pemberian anda. Masa anda down dan kecewa??

Seperti itulah analogi kita sebagai agen asuransi yang mau memberikan manfaat asuransi kepada orang/prospek diluar sana. Jadi, intinya anda harus belajar kendalikan pikiran anda, prinsipnya apa yang di pikirkan pastinya memberikan tanggapan untuk anda. Kalau anda berpikir yang kurang baik, maka tanggapannya akan menjadi kurang baik juga. Begitupula sebaliknya, sesederhana itu konsep berpikir.

Mau Tahu Lebih Lanjut, Segala Informasi Tentang Allianz?

Nama Lengkap
Alamat Email
HP
Apa Yang Anda Ingin Cari?
Kota/Daerah

Powered by : Cafe Bisnis Online

MEMBER AREA

PENJELASAN

PremiAsuransiku.com adalah website independent agen asuransi Allianz, BUKAN website resmi Allianz.

Website ini diberikan GRATIS untuk promosi, hanya bagi agen asuransi Allianz yang terdaftar di PremiAsuransiku.com