Sakit Jantung Penyakit Mahal

Salah satu kegawatdaruratan dalam bidang kardiovaskular adalah serangan jantung ( sindrom koroner akut). Serangan jantung adalah manifestasi dari penyakit jantung koroner pada mereka yang memiliki daftar resiko ‘dosa kardiovaskuler’ tinggi seperti merokok dan kencing manis (resiko terpenting!), kegemukan dengan gangguan lemak-kolesterol darah maupun tekanan darah tinggi. Serangan jantung disebut sebagai suatu kegawatdaruratan karena komplikasinya fatal dan menimbulkan kematian yaitu kematian mendadak (karena gangguan irama jantung maupun shock) sebagai jangka pendek serta gagal jantung di kemudian hari (yang harapan hidupnya lebih buruk bahkan ketimbang kanker) sebagai akibat jangka panjangnya. Oleh karena itu mutlak nasib pasien serangan jantung bergantung dengan kecepatan dan ketepatan tindakan medis dalam jam-jam pertama serangan.



Serangan jantung dapat muncul dalam berbagai wajah klinis. Secara klasik dijelaskan sebagai ‘nyeri dada’ yang sifatnya sebenarnya berupa dada terasa berat atau tertekan hebat (bukan nyeri tajam atau panas atau tertusuk-tusuk), berlokasi di belakang tulang dada (tengah dada) serta dapat menjalar hingga dada bagian kiri, rahang kiri, bahu dan pundak kiri hingga lengan kiri. Keluhan khas seperti demikian jika berlangsung lebih dari 30 menit tanpa mereda, disertai keringat dingin dan jantung berdebar-debar, dengan istirahat atau minum obat jantung rutin (umumnya cedocard ) tidak kunjung mereda, maka kecurigaan klinis akan telah terjadinya sindrom koroner akut (serangan jantung) amatlah kuat.

Sayangnya sebagian kelompok pasien mengeluhkan gejala yang tidak khas seperti di atas. Tidak jarang pasien yang datang ke UGD rumah sakit kami datang dengan keluhan seperti maag (ulu hati nyeri), mual dan muntah-muntah, bahu dan pundak pegel-pegel yang dikira masuk angin namun tidak kunjung mereda dengan dikerok. Pasien seperti ini biasanya datang setelah berjam-jam dari waktu kejadian disertai bau minyak angin atau kerokan yang nyata, yan sebenarnya bukan menolong melainkan membuang waktu emas terapi. Celakanya sebagian pasien lain datang tanpa keluhan apapun tetapi kebetulan ditemukan kelainan saat rekam jantung, umumnya ini adalah pasien dengan kencing manis lanjut serta usia tua.

Apapun gejala dari serangan jantung, ringan maupun berat, komplikasi mautnya adalah sama, oleh karena itu keperluan akan ketepatan dan kecepatan tindakan adalah tetap sama yaitu gawat darurat. Membawa segera ke UGD RS dengan fasilitas penanganan jantung yang baik adalah kewajiban, lebih baik kecemasan berlebih walau tidak terbukti benar adanya serangan jantung ketimbang dikira masuk angin duduk namun tiba-tiba memburuk dan terlambat ditolong.

Pasien serangan jantung akan diklasifikasikan dalam 3 golongan berdasarkan hasil rekam jantung. Klasifikasi yang paling perlu mendapat perhatian adalah serangan jantung dengan rekaman jantung yang menggambarkan segmen ST yang elevasi (sebut saja sebagai STEMI). STEMI adalah cermin dari pembuluh darah koroner tertentu yang tersumbat total sehingga aliran darahnya benar-benar terhenti, otot jantung yang dipendarahi tidak dapat nutrisi-oksigen dan mati. Terhadap pasien tipe STEMI inilah kecepatan tindakan sangat diperlukan. Time is muscle semboyannya, artinya semakin cepat tindakan maka kerusakan otot jantung semakin minimal sehingga fungsi jantung kelak dapat dipertahankan. Terapi STEMI hanyalah REPERFUSI, yaitu menjamin aliran darah koroner kembali menjadi lancar. Reperfusi ada 2 macam yaitu berupa tindakan kateterisasi (sebut saja PCI) yang berupa tindakan invasive (semi-bedah) dan terapi dengan obat melalui jalur infuse (agen fibrinolitik).

Macam reperfusi adalah bergantung dari rumah sakit. Karena PCI memerlukan ruangan serta alat-alat yang canggih dan mahal maka tidak semua rumah sakit memilikinya. Sebagai gambarannya di Medan hanya 3 rumah sakit yang dilengkapi fasilitas life-saving ini yaitu RS.Adam Malik, RS.Gleni, RS.Martha Friska. Bahkan di Jogja malah cuma ada 1 rumah sakit yaitu RS.Sardjito. Di Jakarta tentunya sudah lebih banyak rumah sakit yang memiliki alat ini.

PCI walaupun terkesan lebih menyeramkan ketimbang terapi dengan sekedar obat per infuse, sebenarnya memiliki efek samping yang lebih kecil ketimbang terapi obat per infuse tersebut selain itu efektivitasnya jauh lebih baik, bahkan mendekati sempurna. Tindakan PCI yang berupa memasukkan selang kateter langsung menuju jantung dari pembuluh darah di pangkal paha dapat berupa pengembangan ballon maupun pemasangan cincin/stent. Untuk sebagai gambaran, pemasangan 1 ballon umumnya dikenakan biaya dari 30-50 juta sedangkan untuk stent (per satuan) dikenakan biaya dari 60-90 juta. Bukan harga yang membuat tenang pihak pasien maupun keluarga tentunya.

Terapi dengan obat per infuse (fibrinolitik) umumnya harus dapat dilakukan di setiap rumah sakit yang sudah memiliki konsulen jantung. Walaupun terkesan mudah saja untuk dilakukan (hanya seperti obat-obat per infuse seperti umumnya), fibrinolitik menyimpan efek samping yang sangat berbahaya yaitu perdarahan. Resiko paling buruk adalah terjadinya stroke perdarahan (sekitar 1,4 % pasien), sehingga hal seperti ini harus dijelaskan ke pihak keluarga untuk diketahui sebagai suatu efek samping, bukan malpraktek. Resiko perdarahan dapat diminimalkan dengan membuat checklist terhadap pasien untuk menyingkirkan beberapa kontraindikasi. Efektivitas fibrinolitik adalah baik, walaupun tidak sebaik PCI. Harga obat fibrinolitik yang termurah berkisar pada 3,7-4 juta satu vialnya. Tentunya biaya lain-lain seperti obat-obat lanjutan per minum dan perawatan di ICCU minimal 5 hari harus dipertimbangkan.

Mengingat supermahalnya biaya terapi serangan jantung, pencegahan adalah yang paling utama dan paling baik. Upaya pencegahan paling utama adalah stop merokok, kontrol diabetes serta kolesterol darah. Setelah itu didukung dengan kontrol berat badan, hipertensi, olahraga rutin, pola makan makan sehat, budaya hidup psikis yang sehat, tidur yang optimal dan masih banyak lagi.

Serangan jantung pastinya adalah super mahal, mahal pertama karena bersifat fatal artinya pasti mengarah ke kematian entah mendadak (akut) maupun jangka panjang. Mahal kedua adalah fakta bahwa untuk menghindari kematian tersebut maka pihak keluarga harus bersiap-siap menghabiskan banyak uang untuk terapi life-saving nya serta jangka panjangnya. Dalam hal ini peranan asuransi yang menanggung resiko serangan jantung sangatlah menolong karena jika tidak seringkali pihak keluarga menghadapi jalan buntu dalam manajemen terapi.
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Gabung jadi agen asuransi Allianz aja! hanya dengan modal AAJI 225ribu saja!
karena, komisinya bisa untuk bayar premi!
silahkan klik dan isi data langsung via online,
Saya akan segera menghubungi anda 🙂
Saya Mau Daftar Jadi Agen Asuransi (klik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *